Namaku Imeldalitta Farandetina Chaselweftpanggil saja aku imel atau litta , aku seorang gadis blasteran indo belanda ..
ibuku indo ayahku belanda , sehingga wajahku mirip dengan ayahku , kulitku putih , wajahku lonjong panjang seperti bule pada umumnya , mataku bulat berwarna biru ke coklatan , rambutku ikal dan berwarna hitam pekat seperti ibuku ,
sudah selayaknya aku senang dengan hidupku ini , bagaimana tidak , aku anak tunggal di keluarga yang serba berkecukupan , ayahku adalah pemilik perusahaan terbesar di asia .
ibuku adalah seorang peniliti ulung yang namanya sudah melejit di seluruh pelosok dunia ,
aku lahir di indonesia , aku juga lama tinggal di indonesia dari lahir sampai sekarang umurku 14 tahun , lusa aku akan merayakan ulang tahun ke 15 ku , di umurku yang segini sudah sewajarnya aku mencari sekolah untuk menueruskan pendidikanku , ya SMA
awalnya aku sangat ingin meneruskan sma di indo saja , namun aku tak bisa menolak kehendak kedua orang tua ku yang memintaku untuk sekoalh di negara ayahku , ya BELANDA ,'mungkin itu bukan negara yang asing bagi kalian tapi itu adalah negara ter ASING bagiku ..
walaupunun ayahku adalah orang belanda tapi aku sangat aneh rasanya mendengar kata belanda di sebut ,
mungkin bagi kalian aneh , kenapa aku bisa takut pada belanda , aku juga bingung ..
jam sudah menunjukan pukul o9.oo
dan pesawatku akan lepas landas pada pkul 09.55
aku sudah ada di bandara sekarang , sedari tadi aku merasa ada hawa tak enak menggelayoti tubuhku ,
nafasku terengah engah sedari tadi ,
saat dalam pesawat aku pun tertidur lelaap , hingga akhirnya ...
***
aku sudah memasuki gerbang perumahan yang akan aku tinggali .
aku semakin takut ,,
apa sebenarnya yang akan tejadi .?
hawa aneh selalu menyertaiku semenjak detik pertama aku berada di sana ,
samar samar aku melihat gerbang tua di tumbuhi oleh rambatan benalu dan pohon besar yang membuat suasana yang tadinya seram menjadi lebih seram lagi , awalnya aku terdiam melihat rumah baruku , itu ..
tapi ibuku memaksa ku dengan menggeret nggeret tanganku ,
ragu aku melangkan kaki , melewati jalan setapak yang kotor , sepertinya sudah lama tidak tersentuh oleh tangan manusia , aku tak yakin untuk kesanaa ,
tapi itulah rumahku ,
aku sudah sampai di depan gerbang rumahku ,
hawa tak enakmembuatku semakin merinding ngeri , saat memasuku rumah
bisa dilihat dari dalam nya , rumah ini sudah bertahun tahun tidak berpenghunu , lantainy6a yang kotor , dinding dinding yang di penuhi dengan sarang laba laba , perabotan perabotan yang tertutupi kain putih , harusnya .
tapi entah mengapa kain itu menjadi warna coklat di mataku ,
aku tak habis pikir , mengapa ayahku memilih rumah ini untuk kami tinggali , kata ayah rumah ini adalah rumah warisan dari kakek buyutku , dan juga tempatnya dekat dengan sekolahku ,
kembali lagi ke rumahku , rumah ini memiliki dua tingkat , di lantai satu terdapat 2 kamar , satu ruang tamu , ruang keluarga , dapur , dan kamar mandi ,.
di kamar pertama di tetapkan sebagai kamar ayah dan ibuku , sedangkan kamar kedua adalah kamar pembantu ku , awa nya aku tidak setuju karena dengan ini sudah pasti aku di tempatkan di kamar atas sendirian , tapi karena ibuku memaksaku untuk itu , akhirnya aku mau dengan syarat untuk hari pertama aku tidur di temani ibu , dan ibu ku setuju ,
Hem , di lantai dua terdapat 2 kamar , 1 gudang dan satu kamar mandi ,
aku tinggal di kamar pertama , sedangkan kamar satunya di jadikan kamar tamu ,
gudang , mendengar namanya sajaau sudah seram ,
ya , memang seram , dan sialnya gudang itu berada di tepat samping kamarku ,
di gudang terdapat lukisan lukian belanda kuno , ada juga foto foto pemilik rumah ini duliu ,
tapi yang paling menarik bagkun, aku menemuakan sebuah boneka , boneka itu sudah terlihat usang , berwarna coklat , matanya sudah hilang satu , tapi entah mengapa terlihat sangat indah di mataku , --
boneka inin memiliki "inner beauty" yang besar sehingga membuatku sangat tertarik , sehingga aku meminta izin ke ibuku untuk mengambilnya dan memilikinya , awalnya ibuku tidak mau , dan menjanjikanku boneka baru , tapi aku bersikeras sehingga ibu membolehkan boneka itu jadi milikku ,
***
malam ini aku akan tidur dengan boneka baruku ,
mungkin memang bukan boneka baru ,
tapi entah mengapa boneka itu sangaaat amat berharga di mataku , kami bagaikan sepasang sejoli yang tidak mau di pisahkan ,
sesuai janji ibuku , malam ini ia akan menemaniku tidur ,
karena sangat capek , malam ini aku tertidur sangat lelap ,
dengan memeluk bonekaku , aku sangaat terlelap terlelap , dan akhirnyaa ....
aku merasa cahaya yang sangat bersinar memasuki mataku , bantal yang ku rasa empuk tadi menjadi sangat keras dan panas , aku tak bisa membuka amtaku , karena cahay yang masuk begitu terang ,
kepalaku terasa sangat pusing , badanku kaku , mulutku dingin , ku rasa aku mulai tidak bisa bernafas .
kubuka mataku perlahan , sambil mencoba mendudukan badanku ,
ah , sulit skali rasanya ,
aku coba lagi dengan tenaga yang lebih kuat ,
akhirnya kedua mataku terbuka , namun tetap saja , badanku masih tersa kaku , dan akhirnya aku terduduk ,
sejenak aku diam untuk menenangkan diri ,
dan aku melihat ke sekelilingku ,
aku berada di tengah ... seperti sebuah lapangan ,
dan setelah ku amati itu memang sebuah halaman , ada ruang ruang yang mengelilinginya ,
di tambah lagi ada sebuah tiang bendera yang tinggi menjulang di depan sebuah kelas .,
ya benar sekali , ini adalah sebuah sekolah ..
mataku langsung tertuju ke satu ruangan kelas , dengan pintu ber cat merah dan terlihat begitu angker , menurutku ,
aku memutuskan untuk menelusuri sekolah ini ,
di mulai dari kelas itu ..
awal langkah yang ku lakukan , aku merasa sangat takut , disertai raasa penasaran ,
ruang kelas itu memiliki daya tarik yang sangat tinggi yang mebuat ku semakin penasara untuk memasukinya ,
saat kulihat ruangan kelas itu begitu sepi senyap , ruangannya terlihat biasa , dan bersih , tak se kotor yang aku fikirkan ,
aku baru ingat kalo hari ini hari minggu ,
makanya tidak ada pelajaran di sekolah ini sebagaimana mestinya .
insyaAllah bersambung ,


0 komentar:
Posting Komentar